25.11.25

X ATU1 - Ternak Ayam Kok Pakai Coding? Mengenal Berpikir Komputasional di Kandang Jurusan ATU SMKN 1 Kedawung


 Halo Sobat Guru Basuki dan siswa-siswi kebanggaan SMKN 1 Kedawung Sragen!

Pernah nggak sih kalian dengar istilah "Berpikir Komputasional" atau Computational Thinking? Pasti yang terbayang pertama kali adalah anak-anak jurusan RPL atau TKJ yang lagi pusing di depan monitor dengan kode-kode rumit, ya?

Padahal, kenyataannya nggak begitu, lho.

Berpikir komputasional itu bukan cuma soal komputer. Itu adalah cara berpikir atau metode penyelesaian masalah (problem solving) yang sistematis. Kabar baiknya, sadar atau tidak, anak-anak Jurusan Agribisnis Ternak Unggas (ATU) sebenarnya mempraktikkan ini setiap hari di kandang!

Di postingan kali ini, mari kita bedah 4 pilar Berpikir Komputasional dengan gaya santai ala anak kandang ATU. Simak ya!


1. Decomposition (Penguraian Masalah)

Istilah kerennya Decomposition, tapi bahasa gampangnya adalah: memecah masalah besar menjadi bagian-bagian kecil.

Bayangkan kalau Pak Guru bilang, "Besok kita panen raya!". Kalau dipikirkan bulat-bulat, "PANEN" itu tugas yang berat dan bikin pusing. Tapi, kalau kita pakai decomposition, kita pecah tugas besar itu menjadi:

  • Persiapan: Menyiapkan keranjang/box ayam, timbangan, dan alat tulis.

  • Penyekatan: Memasang sekat agar ayam mudah ditangkap.

  • Penangkapan: Teknik memegang kaki ayam biar tidak memar.

  • Penimbangan: Mencatat bobot rata-rata.

  • Pemuatan: Memasukkan ayam ke truk.

Contoh di Kandang ATU:

Saat kalian melihat Feed Intake (konsumsi pakan) menurun, jangan panik dulu. Pecah masalahnya:

  1. Cek kualitas pakannya (berjamur tidak?).

  2. Cek tempat pakannya (rusak atau kotor?).

  3. Cek kondisi ayamnya (sakit atau stres?).

  4. Cek lingkungan (terlalu panas?).

Dengan memecah masalah, solusi jadi lebih mudah ketemu!


2. Pattern Recognition (Pengenalan Pola)

Ini adalah kemampuan melihat kesamaan atau tren dari data yang ada. Kalau kalian sudah sering di kandang, feeling kalian pasti main karena kalian mengenali pola.

Contoh Nyata di SMKN 1 Kedawung:

Kalian perhatikan setiap jam 11.00 - 13.00 siang, ayam-ayam di kandang mulai panting (bernapas cepat dengan mulut terbuka) dan menjauhi tempat makan. Besoknya terjadi lagi, lusanya juga begitu.

Kalian mengenali POLA: "Oh, setiap suhu kandang di atas 30°C pada siang hari, ayam mengalami heat stress."

Karena sudah kenal polanya, kalian bisa antisipasi. Sebelum jam 11.00, kalian sudah nyalakan blower atau fan lebih kencang, atau memberikan vitamin anti-stres di air minum. Itu namanya Pattern Recognition!


3. Abstraction (Abstraksi)

Abstraksi itu seni membuang detail yang tidak penting dan fokus pada informasi utama. Kita nggak perlu tahu semua hal, cukup hal yang relevan dengan tujuan kita.

Analogi Santai:

Saat kalian melihat ayam Broiler, kalian fokus pada bobot dagingnya. Kalian tidak terlalu peduli apakah bulu ekornya ada yang bengkok sedikit atau matanya warna coklat tua atau coklat muda. Yang penting: Sehat dan Bobot Masuk Target.

Penerapan di Jurusan ATU:

Saat membuat Laporan Recording Harian, kalian melakukan abstraksi.

Yang kalian catat adalah:

  • Jumlah pakan habis (kg).

  • Jumlah ayam mati (ekor).

  • Suhu ruangan.

Kalian TIDAK mencatat: "Tadi ayam nomor 5 bertengkar sama ayam nomor 8 karena rebutan makan." Itu detail yang tidak penting untuk laporan produksi. Dengan abstraksi, data recording jadi rapi dan mudah dibaca oleh guru atau manajer kandang.


4. Algorithm Design (Desain Algoritma)

Nah, ini puncaknya. Algoritma itu bukan rumus matematika yang bikin pusing, tapi langkah-langkah logis yang berurutan untuk menyelesaikan masalah. Kalau langkahnya lompat-lompat, hasilnya pasti gagal.

Di dunia kita, Algoritma itu sama dengan SOP (Standar Operasional Prosedur).

Contoh Algoritma: Pemberian Vaksin Tetes Mata

Coba kalau urutannya dibalik, pasti kacau. Algoritma yang benar adalah:

  1. Siapkan vaksin dan pelarutnya (pastikan suhu dingin terjaga).

  2. Campurkan vaksin ke dalam pelarut.

  3. Pasang dropper (penetes) pada botol.

  4. Tangkap ayam dengan lembut.

  5. Teteskan 1 tetes vaksin ke mata ayam.

  6. Tunggu sampai ayam berkedip (tanda vaksin masuk).

  7. Lepaskan ayam ke area yang sudah divaksin (sekat terpisah).Gambar poultry vaccination process diagram

Jika langkah nomor 6 dilewati (tidak menunggu berkedip lalu langsung dilepas), vaksin mungkin tumpah keluar dan algoritma kalian gagal. Ayam jadi tidak kebal penyakit.


Kesimpulan

Jadi, Sobat Guru Basuki, berpikir komputasional itu bukan cuma milik programmer di Silicon Valley. Kita, peternak muda di SMKN 1 Kedawung Sragen, juga programmer kehidupan!

  • Kita memecah masalah (Decomposition).

  • Kita belajar dari pengalaman (Pattern Recognition).

  • Kita fokus pada target (Abstraction).

  • Dan kita kerja sesuai SOP (Algorithm Design).

Semoga dengan memahami ini, kalian makin bangga jadi bagian dari Jurusan ATU. Ternak itu butuh otak cerdas dan strategi, bukan cuma tenaga!


Bagaimana menurut kalian?

Apakah ada pengalaman di kandang yang baru kalian sadari ternyata itu adalah "Pola" atau "Algoritma"? Yuk, sharing di kolom komentar di bawah! Pak Basuki ingin dengar cerita kalian.

Jangan lupa juga baca postingan sebelumnya di blog ini ya.

Salam Sukses,

Guru Basuki


2 komentar: